ESDM Resmikan Pengiriman Pipa Perdana Proyek Dusem Rp 6,5 Triliun

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:42:08 WIB
ESDM Resmikan Pengiriman Pipa Perdana Proyek Dusem Rp 6,5 Triliun

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja meresmikan pengiriman perdana pipa untuk Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). 

Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki tujuan penting untuk meningkatkan jaringan gas di wilayah Sumatra Utara hingga Riau. 

Dengan nilai investasi sekitar Rp 6,5 triliun, proyek ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya untuk mendukung sektor industri dan komersial.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kebijakan diversifikasi energi yang lebih luas. Salah satu tujuan utamanya adalah memberikan kemudahan akses gas kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat. 

“Pemerintah terus berupaya membangun infrastruktur pipa transmisi gas bumi untuk memperluas akses energi di Indonesia,” ujarnya.

Proyek Dusem: Infrastruktur Gas Bumi untuk Sumatra dan Riau

Proyek pipa transmisi gas Dusem dirancang untuk menghubungkan jaringan gas yang melintasi Sumatra dan meningkatkan ketersediaan energi yang lebih bersih dan efisien. Pembangunan dimulai pada Desember 2025 dan direncanakan rampung pada Desember 2027. 

Infrastruktur ini tidak hanya akan mendukung hilirisasi industri, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap penyediaan energi yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Dengan panjang jaringan pipa sekitar 541,8 kilometer, proyek Dusem terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama meliputi pembangunan dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang 279,8 kilometer. Pekerjaan segmen ini dikerjakan oleh konsorsium KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp 3,6 triliun. 

Sementara itu, segmen kedua membentang dari Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas Duri dengan panjang 262 kilometer, dan dilaksanakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia, dengan total nilai kontrak Rp 2,8 triliun.

Progres Pembangunan dan Pencapaian Proyek

Seiring dengan berjalanannya proyek, perkembangan konstruksi Pipa Dusem menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga minggu ke-8 pelaksanaan, pekerjaan pada Segmen I tercatat telah mencapai progres 12,447%, melampaui target yang ditetapkan, yakni 7,638%. Begitu pula dengan Segmen II yang juga melebihi ekspektasi, dengan pencapaian 12,061%, lebih tinggi dari rencana semula yang hanya 10,295%.

Progres yang cepat ini dapat terwujud berkat sinergi yang baik antara kontraktor dan kelancaran distribusi material. Bahkan, pengiriman pipa batch pertama untuk Segmen I sudah dimulai pada 14 Februari 2026 dengan 1.900 batang pipa yang dikirim melalui jalur laut. 

Selanjutnya, pengiriman untuk Segmen II dijadwalkan pada 23 Februari 2026 dengan kapasitas sekitar 130 batang pipa per hari melalui jalur darat.

Dukungan dari Industri Lokal untuk Keberhasilan Proyek

Dalam rangka mendukung kelancaran proyek, PT Krakatau Pipe Industries turut berperan penting. Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, mengungkapkan komitmennya untuk mendukung penuh proyek Dusem. Perusahaan ini berperan dalam penyediaan pipa-pipa yang digunakan dalam pembangunan pipa transmisi gas bumi ini. Menurut Rony, kerjasama antara para kontraktor dan industri lokal menjadi kunci kesuksesan proyek berskala besar ini.

“Sinergi yang kuat antara kontraktor dan industri lokal sangat penting untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi pengembangan industri nasional,” kata Rony. 

Keberadaan pipa produksi dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masing-masing sebesar 60,9% dan 62,49% pada kedua segmen menunjukkan pentingnya peran industri lokal dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia.

Pentingnya Proyek Dusem bagi Pembangunan Infrastruktur Energi

Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerintah Indonesia untuk mempercepat diversifikasi energi dan meningkatkan penggunaan gas bumi sebagai sumber energi utama. 

Infrastruktur gas yang handal dan lebih terjangkau ini diharapkan dapat memperkuat sektor industri dan komersial, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di wilayah Sumatra dan Riau.

Seiring dengan pembangunan proyek ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses energi bersih yang dapat mendukung perkembangan sektor-sektor penting lainnya, seperti industri manufaktur, transportasi, dan kelistrikan. 

Dalam jangka panjang, Proyek Dusem akan berkontribusi pada peningkatan daya saing industri Indonesia serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang tidak ramah lingkungan.

Terkini