Menteri Perhubungan Koordinasikan Kesiapan Transportasi DIY Sambut Mudik 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:00:59 WIB
Menteri Perhubungan Koordinasikan Kesiapan Transportasi DIY Sambut Mudik 2026

JAKARTA - Pergerakan jutaan orang saat mudik Lebaran selalu menghadirkan tantangan besar bagi daerah tujuan favorit. 

Tahun 2026, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali masuk dalam daftar teratas destinasi yang paling banyak dituju pemudik. Situasi ini mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh aspek transportasi benar-benar siap sebelum puncak arus terjadi.

Lonjakan Pemudik dan Posisi Strategis DIY

Menempati posisi keempat sebagai daerah favorit tujuan mudik dan libur Lebaran 2026, Yogyakarta perlu menyiapkan semua aspek secara matang. 

Kesiapan tersebut terutama berkaitan dengan sarana dan prasarana transportasi agar mampu menampung lonjakan pergerakan masyarakat. Tujuannya adalah memastikan arus dari dan menuju Yogyakarta berjalan aman, lancar, nyaman, serta tetap terkendali.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai peningkatan arus kendaraan dan mobilitas antarmoda membutuhkan koordinasi yang terencana. Hal itu ia sampaikan saat bertemu Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Paku Alam X di Kantor Gubernur DIY. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memetakan kebutuhan serta potensi kepadatan yang akan terjadi.

"Provinsi DIY menempati posisi keempat sebagai provinsi tujuan favorit nasional saat masa libur Lebaran 2026. Menurut survei, 8,2 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan di wilayah ini selama periode tersebut," ujar Dudy. 

Pernyataan itu menegaskan besarnya potensi pergerakan manusia dalam waktu yang relatif singkat. Angka tersebut juga menjadi dasar perencanaan lintas sektor di wilayah Yogyakarta.

Koordinasi dan Kesiapan Simpul Transportasi

Melihat potensi lonjakan tersebut, Kementerian Perhubungan ingin memastikan seluruh aspek operasional dapat dipersiapkan secara terpadu. Pengendalian lalu lintas serta pelayanan transportasi menjadi fokus utama agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik vital. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai skenario.

Sejumlah simpul transportasi diprediksi menjadi titik terpadat selama periode Lebaran. Beberapa di antaranya adalah Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, dan Bandara Internasional Yogyakarta dengan total pergerakan mencapai 513.000 orang. Kepadatan di lokasi-lokasi tersebut memerlukan pengaturan arus penumpang dan kendaraan yang cermat.

Selain moda kereta dan pesawat, jalur darat menuju kawasan wisata juga diperkirakan ramai. Kawasan Malioboro kerap menjadi magnet wisatawan saat libur panjang. Dominasi kendaraan dari luar daerah menunjukkan perlunya manajemen lalu lintas yang efektif.

Program Mudik Gratis dan Dukungan Armada

Pada masa Lebaran 2026, Kemenhub kembali mengadakan program mudik gratis. Program ini bertujuan membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi memicu kemacetan.

Untuk angkutan bus, Kemenhub menyediakan 401 unit guna mengangkut 15.834 penumpang. Disiapkan pula delapan unit truk untuk membawa 240 sepeda motor pada arus mudik 16 hingga 18 Maret 2026 dan arus balik 24 hingga 25 Maret 2026. Salah satu titik keberangkatan truk saat arus balik berada di Terminal Giwangan.

Sementara itu, moda kereta api juga mendapat alokasi khusus. Kemenhub menyediakan kursi bagi 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor pada arus mudik 13 hingga 19 Maret 2026 serta arus balik 24 hingga 30 Maret 2026. Layanan tersebut mencakup lintas utara, tengah, dan selatan dengan Stasiun Lempuyangan sebagai tujuan lintas tengah dan selatan dalam program angkutan motor gratis.

Harapan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Dalam konteks meningkatnya mobilitas ini, Yogyakarta menjadi salah satu daerah tujuan utama yang dilayani program mudik gratis. Pemerintah pusat berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar pelayanan berjalan optimal. Sinergi ini dianggap krusial demi kelancaran akses menuju berbagai simpul transportasi.

“Kami berharap Pemprov Yogyakarta dapat memberikan dukungan dalam menyediakan akses mudah bagi para pemudik menuju simpul transportasi seperti terminal, stasiun, hingga bandara, serta layanan angkutan feeder di lokasi mudik gratis,” katanya. 

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya integrasi antar moda dan kemudahan perpindahan penumpang. Dengan dukungan tersebut, diharapkan arus mudik dan balik dapat berlangsung tertib dan minim hambatan.

Kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama menghadapi lonjakan 8,2 juta perjalanan. Pemerintah ingin memastikan setiap pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan nyaman. 

Upaya ini sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi yang ramah dan siap menyambut kedatangan jutaan orang setiap musim Lebaran.

Terkini