Harga Batu Bara Terkoreksi, India Alihkan Fokus ke Impor Kokas Berkualitas AS

Jumat, 20 Februari 2026 | 08:58:54 WIB
Harga Batu Bara Terkoreksi, India Alihkan Fokus ke Impor Kokas Berkualitas AS

JAKARTA - Harga batu bara mengalami penurunan pada Kamis kemarin, seiring langkah strategis India yang mulai meningkatkan impor batu bara kokas dari Amerika Serikat. 

Kebijakan ini bagian dari upaya New Delhi mendiversifikasi pasokan energi menghadapi tekanan tarif dan dinamika perdagangan global. Perubahan ini sekaligus menandai pergeseran penting dari pemasok tradisional ke Amerika Serikat.

Harga batu bara Newcastle untuk Februari tercatat turun ke level US$ 116,15 per ton. Sedangkan Maret melemah menjadi US$ 121,55 per ton. April juga terkoreksi sedikit ke US$ 122,25 per ton, menunjukkan fluktuasi pasar yang moderat.

Di sisi Eropa, harga batu bara Rotterdam untuk Februari melemah menjadi US$ 106,95. Maret mengalami kenaikan tajam mencapai US$ 113,15. Sementara April naik tipis menjadi US$ 112,8, mencerminkan pergerakan pasar regional yang berbeda.

Langkah India Tingkatkan Impor Batu Bara Kokas

India mengambil langkah strategis dengan memperbanyak impor batu bara kokas berkualitas tinggi dari AS untuk industri metalurgi. 

Menteri Perdagangan dan Industri India menyatakan, “India secara khusus ingin meningkatkan impor batu bara kokas berkualitas tinggi yang digunakan dalam industri metalurgi.” Langkah ini tidak hanya terkait industri, tetapi juga mencerminkan diversifikasi sumber energi nasional.

Selain batu bara, India menyoroti potensi penggunaan teknologi buatan AS. Mulai dari unit pemrosesan grafis untuk AI, hingga sistem komputasi berkinerja tinggi dan peralatan pusat data. Hal ini memperkuat keterkaitan ekonomi India dengan inovasi teknologi global sekaligus memperluas hubungan dagang bilateral.

Negosiasi Kesepakatan Dagang India-AS

Negosiasi kesepakatan perdagangan antara India dan AS terus berlangsung meski belum final. India memberi sinyal kesiapan mengurangi impor minyak mentah dari Rusia, sebagai bagian kesepakatan sementara. Presiden AS sebelumnya memberlakukan tarif tambahan 25% terhadap impor India untuk mendorong perubahan strategi energi.

Perubahan ini mendorong kilang minyak India mencari alternatif pasokan minyak global. Fokus India tetap pada keamanan energi, namun membuka ruang diversifikasi pasokan. Langkah ini sejalan dengan posisi India sebagai salah satu pembeli minyak mentah Rusia terbesar sejak 2022.

Perubahan arus pengiriman tanker global juga menjadi dampak nyata. Marginal kilang India turut terpengaruh, sementara Washington menekankan tekanan perdagangan sebagai strategi politik. Hal ini memperlihatkan hubungan energi bukan hanya soal bisnis, tapi juga diplomasi dan strategi ekonomi global.

Pertumbuhan Impor Batu Bara Kokas

India merupakan salah satu importir besar batu bara kokas untuk industri baja. Tahun lalu, volume impor meningkat 9,6% menjadi 62,6 juta ton. Kenaikan ini sejalan dengan kebutuhan industri baja yang terus berkembang pesat.

Impor dari AS mengalami lonjakan signifikan, dari 7,3% menjadi 15% dari total impor. Hal ini menggeser dominasi pemasok utama sebelumnya, seperti Australia. Tren ini menandai diversifikasi pasar yang lebih strategis untuk jangka panjang.

Perubahan pola impor juga berdampak pada stabilitas pasokan nasional. Ketersediaan batu bara kokas dari berbagai sumber memastikan produksi industri tetap lancar. Selain itu, strategi ini menurunkan risiko ketergantungan pada satu negara pemasok.

Dampak Terhadap Industri dan Ekonomi

Diversifikasi energi membawa dampak positif pada sektor industri India. Ketersediaan pasokan batu bara kokas yang stabil mendukung ekspansi industri baja. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan peralatan canggih dari AS meningkatkan efisiensi produksi nasional.

Langkah ini juga memperkuat posisi India dalam perdagangan global. Hubungan dagang dengan AS kini menjadi lebih seimbang dan strategis. Sementara itu, tekanan politik dari tarif impor dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan energi domestik.

Perubahan strategi energi India diharapkan memberikan stabilitas harga dan pasokan. Produsen baja pun dapat merencanakan produksi jangka panjang dengan lebih baik. Keseluruhan langkah ini mencerminkan visi India dalam mengelola energi secara modern dan berkelanjutan.

Prospek Jangka Panjang dan Strategi Nasional

Diversifikasi pasokan batu bara dan teknologi menjadi prioritas India. Kerja sama bilateral dengan AS memungkinkan pertukaran teknologi dan komoditas penting. Hal ini sekaligus menyiapkan India menghadapi fluktuasi pasar energi global di masa depan.

Perluasan impor batu bara kokas dan penguatan industri domestik menjadi sinyal positif bagi investor. Langkah India menunjukkan bahwa diversifikasi dan inovasi teknologi berjalan seiring untuk membangun ekonomi yang tangguh.

Langkah-langkah ini juga menekankan pentingnya kebijakan energi yang fleksibel. India siap menyesuaikan strategi impor sesuai perubahan geopolitik dan ekonomi global. Dengan demikian, kestabilan pasokan energi dan pertumbuhan industri dapat terjamin dalam jangka panjang.

Terkini