Update Harga CPO Global Menguat Tajam Pasca Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 08:58:31 WIB
Update Harga CPO Global Menguat Tajam Pasca Libur Imlek 2026

JAKARTA - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) melonjak tajam setelah pasar kembali dibuka pasca libur Tahun Baru Imlek. 

Lonjakan ini dipicu oleh penguatan harga minyak kedelai di Chicago serta kenaikan harga minyak mentah global. Pergerakan ini mencerminkan penyesuaian harga minyak nabati secara internasional setelah perdagangan sempat terhenti.

Kontrak berjangka CPO untuk Maret melonjak 80 Ringgit Malaysia menjadi 4.093 Ringgit Malaysia per ton. Sementara kontrak April naik 94 Ringgit Malaysia ke level 4.114 Ringgit Malaysia per ton. Kenaikan ini terjadi secara konsisten di seluruh seri kontrak CPO jangka menengah.

Kontrak berjangka Mei melonjak 101 Ringgit Malaysia menjadi 4.117 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Juni menanjak 105 Ringgit Malaysia menjadi 4.116 Ringgit Malaysia per ton. Juli dan Agustus juga meningkat masing-masing 103 dan 106 Ringgit Malaysia per ton. Lonjakan ini menunjukkan pasar bereaksi cepat terhadap sentimen global.

Faktor Global yang Mempengaruhi CPO

Kenaikan CPO mengikuti reli harga minyak kedelai dan kontrak energi di pasar internasional. Absennya perdagangan di beberapa wilayah, terutama China, membatasi potensi pemulihan lebih besar. Kondisi ini membuat harga CPO tetap sensitif terhadap dinamika global.

Pasar juga menilai bahwa pergerakan minyak sawit sejalan dengan minyak nabati pesaing karena keduanya saling bersaing. Naiknya harga minyak mentah semakin memperkuat daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel. Selain itu, pelemahan ringgit terhadap dolar AS membuat minyak sawit lebih murah bagi pembeli internasional, meningkatkan permintaan.

Permintaan ekspor yang masih lemah menjadi salah satu pembatas pergerakan harga. Meski demikian, pasar melihat potensi stabilisasi seiring dibukanya kembali aktivitas perdagangan. Pergerakan ini menunjukkan CPO tetap menjadi komoditas strategis di pasar minyak nabati global.

Percepatan Panen dan Strategi Perkebunan

Perkebunan diperkirakan mempercepat panen minyak sawit menjelang Ramadan. Langkah ini berpotensi menahan penurunan signifikan stok CPO di Malaysia pada akhir bulan. Kinerja ekspor menjadi faktor kunci dalam menentukan arah harga selanjutnya.

Penyesuaian jadwal panen juga dilakukan untuk menjaga suplai tetap stabil. Hal ini penting agar pasar tidak mengalami kekurangan pasokan di tengah permintaan global yang meningkat. Strategi panen ini menjadi bagian dari manajemen risiko harga oleh produsen sawit.

Lembaga survei kargo dijadwalkan merilis estimasi ekspor produk minyak sawit untuk periode awal bulan. Data ini akan menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menilai kondisi permintaan. Informasi ini dipantau ketat karena dapat mempengaruhi harga kontrak CPO di Bursa Malaysia.

Dampak Harga Minyak Kedua dan Energi

Harga minyak kedelai di Chicago naik tipis, namun tetap mempengaruhi arah CPO. Keduanya bersaing di pasar minyak nabati global sehingga perubahan harga salah satunya akan berdampak pada yang lain. Minyak mentah juga meningkat karena kekhawatiran geopolitik meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai alternatif biodiesel.

Fluktuasi harga minyak mentah sering kali menjadi acuan investor untuk menilai volatilitas pasar CPO. Kenaikan harga ini memberikan peluang bagi produsen untuk menyesuaikan strategi penjualan. Nilai tukar ringgit yang lebih lemah turut mendukung permintaan internasional, sehingga harga tetap menguat.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa faktor eksternal, termasuk geopolitik dan harga komoditas global, masih menjadi penentu utama harga CPO. Pelaku pasar terus memantau dinamika ini untuk mengambil keputusan perdagangan. Keterkaitan dengan minyak nabati pesaing memperlihatkan pentingnya strategi global bagi harga sawit.

Prediksi Pasar dan Prospek Komoditas

Kenaikan harga kontrak CPO menunjukkan respons cepat pasar terhadap libur Imlek. Meski permintaan ekspor China belum pulih sepenuhnya, pasar tetap optimistis terhadap prospek jangka pendek. Penyesuaian pasokan dan percepatan panen di perkebunan menjadi faktor stabilisasi harga.

Investor memperkirakan harga akan tetap fluktuatif hingga data ekspor terbaru dirilis. Permintaan dari pasar global dan kondisi mata uang menjadi indikator kunci. Tren saat ini menunjukkan bahwa CPO tetap menjadi komoditas strategis yang dipantau secara internasional.

Selain itu, potensi konflik geopolitik yang mempengaruhi harga minyak mentah dapat mendorong CPO sebagai alternatif energi. Kondisi ini meningkatkan daya tarik sawit untuk biodiesel dan komoditas perdagangan. Dengan strategi panen yang tepat, produsen dapat menjaga pasokan tetap stabil dan harga tetap kompetitif.

Kenaikan harga CPO pasca libur Imlek menegaskan peran penting Indonesia dan Malaysia dalam pasar minyak nabati dunia. Prospek jangka menengah tetap positif, selama permintaan ekspor stabil dan produksi diatur dengan baik. Pasar global akan terus mengikuti perkembangan harga dan pasokan CPO secara seksama.

Terkini