PLTS di Kawasan Industri Dorong Daya Saing dan Pengurangan Jejak Karbon

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:31:02 WIB
PLTS di Kawasan Industri Dorong Daya Saing dan Pengurangan Jejak Karbon

JAKARTA - Kawasan industri di Indonesia kini bergerak menuju pemanfaatan energi ramah lingkungan. 

Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi strategi utama untuk menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing industri di pasar global.

Berdasarkan laporan, 21 kawasan industri di Indonesia sudah mulai memanfaatkan atau merencanakan penggunaan PLTS. Transformasi ini tidak sekadar pemasangan panel surya, tetapi bagian dari strategi transisi energi jangka panjang. Setiap kawasan industri diarahkan agar memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) internasional.

CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, menegaskan bahwa akselerasi penerapan kawasan industri hijau bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mendesak. 

Melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, perusahaan membantu pengelola kawasan industri serta tenant menekan emisi dan mengoptimalkan efisiensi energi. Pendekatan ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mempercepat transisi energi nasional.

Pendekatan Energy-as-a-Solution yang Komprehensif

Menurut Jefferson, Energy-as-a-Solution tidak hanya menghadirkan PLTS, tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang stabil dan efisien. Sistem ini memungkinkan tenant memanfaatkan energi bersih secara maksimal. Tujuannya adalah menciptakan kawasan industri hijau yang berkelanjutan dan efisien.

Pendekatan ini juga meliputi pengembangan ekosistem energi terintegrasi. Mulai dari PLTS Atap untuk sektor komersial dan industri, manajemen penyimpanan energi melalui battery storage, hingga elektrifikasi kendaraan operasional. Kombinasi ini memberikan pondasi kuat bagi pembangunan green industrial park di Indonesia.

Penerapan ekosistem energi terintegrasi membuat pengelola kawasan industri dapat mengontrol konsumsi energi secara lebih efisien. Selain itu, hal ini mendukung pengurangan jejak karbon sekaligus memperkuat reputasi industri dalam standar global. Kawasan industri pun menjadi model nyata implementasi ESG yang efektif.

Implementasi di Kawasan Industri Strategis

SUN Energy telah menerapkan PLTS di beberapa kawasan industri besar, termasuk Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka. Puluhan megawatt kapasitas sistem energi surya telah dipasang di lebih dari 20 lokasi proyek. Implementasi ini menunjukkan kemajuan nyata transisi energi di sektor industri.

Di Jababeka, sistem PLTS berkapasitas 1,8 MW digunakan secara kolektif oleh tenant dari berbagai sektor, mulai dari otomotif hingga industri kemasan. Energi surya yang dihasilkan digunakan untuk mendukung operasional harian secara efisien. Inisiatif ini sejalan dengan target nasional dekarbonisasi.

Pengelola kawasan menekankan bahwa kolaborasi antara tenant dan pengelola menjadi kunci keberhasilan. Pemanfaatan energi terbarukan secara kolektif memastikan bahwa manfaat PLTS dapat dirasakan seluruh pihak. Hal ini sekaligus mengurangi biaya energi dan jejak karbon industri secara signifikan.

Elektrifikasi Transportasi Operasional

Selain implementasi PLTS, elektrifikasi transportasi operasional juga menjadi fokus utama. SUN Mobility mengembangkan kendaraan operasional listrik untuk logistik internal kawasan industri. Inisiatif ini diharapkan mendukung penurunan emisi dari transportasi yang selama ini masih bergantung bahan bakar fosil.

Karina, CEO SUN Mobility, menyatakan bahwa elektrifikasi transportasi merupakan elemen penting dalam dekarbonisasi. Penggunaan kendaraan listrik untuk operasional logistik dan internal industri dapat menurunkan ketergantungan pada energi fosil. Langkah ini juga memperkuat konsistensi strategi kawasan industri hijau.

Integrasi antara PLTS dan kendaraan listrik menciptakan ekosistem energi bersih yang holistik. Tenaga surya yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengisi kendaraan listrik sekaligus mendukung kebutuhan energi tenant. Pendekatan ini menjadi contoh konkret penerapan konsep green industrial park secara menyeluruh.

Dampak Positif dan Masa Depan Kawasan Hijau

Transformasi kawasan industri dengan energi hijau membawa dampak positif jangka panjang. Selain mengurangi emisi, efisiensi energi menurunkan biaya operasional tenant. Hal ini membuat kawasan industri lebih kompetitif di pasar global.

Pengelola dan tenant kawasan industri yang sudah mengadopsi PLTS serta elektrifikasi transportasi operasional menjadi pionir dalam implementasi ESG. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai kawasan industri lainnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, pembangunan kawasan industri hijau diproyeksikan meningkat signifikan. Inisiatif ini mendukung pencapaian target dekarbonisasi nasional dan komitmen terhadap lingkungan. Dengan pendekatan terintegrasi, Indonesia semakin mendekati industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Terkini