JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pagi hari ini.
Pada pukul awal perdagangan, indeks naik 0,29 persen ke level 8.235,8. Kenaikan ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik.
Volume perdagangan tercatat 8,22 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4,04 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 528.225 kali, menandakan aktivitas pasar yang tinggi. Sebanyak 347 saham menguat, 219 saham melemah, dan 153 saham tidak bergerak.
Sentimen positif di pasar terlihat sejak awal perdagangan. IHSG mendapatkan dorongan dari meredanya tekanan jual serta komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Kenaikan indeks pagi ini menjadi sinyal awal potensi penguatan lebih lanjut.
Faktor Pendukung Penguatan IHSG
Kesepakatan tarif antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump memberikan sentimen positif bagi pasar. Investor menilai hal ini dapat memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Optimisme tersebut mendorong aliran modal masuk ke pasar saham domestik.
Dorongan lain berasal dari keputusan S&P yang melanjutkan rebalancing indeks Indonesia. Hal ini meningkatkan eksposur saham-saham unggulan di pasar global. Investor menjadi lebih percaya diri untuk menahan saham pilihan di portofolio mereka.
Tekanan eksternal tetap menjadi perhatian. Outflow dana asing dan isu terkait MSCI berpotensi membatasi penguatan IHSG dalam jangka pendek. Meski begitu, dukungan internal cukup kuat untuk menjaga momentum positif.
Analisis Teknis IHSG
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji resistance psikologis di level 8.300. Support terdekat berada di level 8.150, menandakan area yang penting bagi pergerakan indeks. Investor menggunakan level ini sebagai acuan manajemen risiko.
Histogram negatif MACD menunjukkan penyempitan yang mengindikasikan peluang pembalikan arah. Golden cross dapat terbentuk jika momentum berlanjut ke atas. Namun, Stochastic RSI menunjukkan tren melemah meski masih berada di area pivot.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh fluktuasi di pasar regional. Investor akan memantau risalah pertemuan bank sentral AS sebagai acuan kebijakan moneter. Respons pasar terhadap keputusan tersebut dapat memicu volatilitas tambahan.
Saham Pilihan dan Strategi Investor
Beberapa saham menjadi perhatian utama analis untuk perdagangan hari ini. Saham BUMI, LEAD, dan DEWA masuk dalam rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas. Strategi memilih saham unggulan membantu investor mengelola risiko volatilitas pasar.
Phintraco Sekuritas menyoroti saham INCO, PNLF, HMSP, SRTG, HRUM, dan ULTJ sebagai top picks. Pergerakan saham ini diperkirakan akan mengikuti tren konsolidasi IHSG di kisaran 8.150 – 8.300. Investor diimbau tetap memantau indikator teknikal seperti MACD dan Stochastic RSI.
CGS International menambahkan rekomendasi saham BRMS, BUMI, HMSP, ERAA, CMRY, dan MDKA. Penguatan mayoritas bursa Wall Street memberikan sentimen positif. Namun, aksi jual investor asing dan terkoreksinya harga komoditas menjadi faktor pembatas penguatan.
Risiko dan Proyeksi IHSG Jangka Pendek
IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi sepanjang hari ini. Potensi pelemahan muncul akibat arus keluar dana asing dan fluktuasi harga komoditas. Investor diimbau tetap waspada terhadap faktor eksternal yang dapat menekan indeks.
Panin Sekuritas memperkirakan IHSG menghadapi uji support MA–5 di level 8.200. Jika indeks melemah, potensi penurunan menuju 7.805 – 7.910 dapat terjadi. Area ini diperkirakan mampu menopang pergerakan indeks untuk kemudian rebound menuju level resistance MA–20 dan MA–50 di kisaran 8.366 – 8.488.
Strategi investor yang aman adalah menyesuaikan alokasi modal dengan toleransi risiko. Memilih saham unggulan dan memantau pergerakan teknikal menjadi kunci pengelolaan portofolio. Dengan pendekatan hati-hati, pelaku pasar tetap bisa memanfaatkan peluang kenaikan IHSG.
Kesepakatan tarif yang dicapai antara Prabowo dan Trump serta komunikasi pemerintah dengan pelaku usaha menjadi pendorong utama optimisme. Dorongan tersebut tercermin pada penguatan IHSG pagi ini. Meskipun ada risiko eksternal, sentimen positif domestik tetap mampu menopang pergerakan pasar.
Investor disarankan memantau perkembangan pasar sepanjang hari. Keseimbangan antara penguatan indeks dan risiko pelemahan harus diperhatikan. Dengan strategi tepat, momentum positif IHSG bisa dimanfaatkan untuk memperoleh hasil investasi yang optimal.