Jasa Marga

Jasa Marga Catat Pendapatan Rp29,89 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Jasa Marga Catat Pendapatan Rp29,89 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Jasa Marga Catat Pendapatan Rp29,89 Triliun Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menutup tahun 2025 dengan berbagai dinamika kinerja yang mencerminkan kondisi bisnis jalan tol di Indonesia. 

Meski laba bersih mengalami penurunan, perusahaan masih menunjukkan pendapatan yang signifikan dari segmen tol. Hal ini menegaskan kemampuan Jasa Marga menjaga stabilitas operasional di tengah tekanan ekonomi.

Kinerja Laba Bersih dan Perubahan Per Tahun

JSMR mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,65 triliun pada 2025. Angka ini turun 19,26% dibandingkan Rp4,53 triliun pada tahun sebelumnya. “Penurunan laba bersih memang terasa, namun kita tetap optimistis dengan prospek operasional jalan tol,” ungkap seorang analis.

Laba per saham pun menyusut menjadi Rp504, dari sebelumnya Rp625 pada akhir 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk beban pajak dan peningkatan beban komprehensif lain. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa profitabilitas operasi tetap terjaga.

Pendapatan dan Kontribusi Segmen Usaha

Total pendapatan JSMR sepanjang 2025 mencapai Rp29,89 triliun, turun 5,87% dibanding Rp31,75 triliun pada 2024. Penurunan ini terutama bersumber dari melemahnya kontribusi segmen konstruksi. Sementara pendapatan tol justru menunjukkan tren positif, tumbuh menjadi Rp18,15 triliun dari Rp17,22 triliun.

Segmen konstruksi mengalami penurunan signifikan menjadi Rp10,07 triliun dari Rp13,02 triliun. Pendapatan usaha lain berhasil meningkat menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,51 triliun. Dengan komposisi ini, Jasa Marga mampu menjaga keseimbangan pendapatan meski menghadapi tantangan di beberapa lini.

Efisiensi Beban dan Laba Operasional

JSMR berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp18,10 triliun dari Rp20,44 triliun pada 2024. Efisiensi ini mendorong laba bruto naik menjadi Rp11,78 triliun dibanding Rp11,31 triliun tahun sebelumnya. Laba usaha sedikit meningkat menjadi Rp9,64 triliun dari Rp9,5 triliun, menunjukkan kinerja operasional yang tetap sehat.

Namun, beban pajak penghasilan melonjak menjadi Rp1,54 triliun dari Rp157,65 miliar. Beban komprehensif lain tahun berjalan juga meningkat menjadi Rp203,93 miliar dari Rp137,37 miliar. “Kenaikan beban pajak memang menekan laba bersih, tapi dampaknya tidak signifikan terhadap stabilitas operasional,” jelas seorang pengamat industri.

Posisi Neraca dan Pertumbuhan Aset

Total aset JSMR pada 31 Desember 2025 mencapai Rp159,99 triliun, naik dari Rp148,71 triliun pada akhir 2024. Sementara total liabilitas meningkat menjadi Rp97,63 triliun dari Rp89,88 triliun. Total ekuitas juga tumbuh menjadi Rp62,36 triliun dari Rp58,83 triliun, menunjukkan struktur modal yang tetap kokoh.

Pertumbuhan aset ini sebagian didorong oleh pengembangan infrastruktur jalan tol yang sedang berjalan. Meski laba bersih menurun, posisi neraca yang kuat memberikan ruang bagi perusahaan untuk ekspansi dan investasi strategis. Hal ini menegaskan bahwa Jasa Marga masih memiliki pondasi finansial yang solid.

Strategi dan Prospek Operasional ke Depan

Meski menghadapi tekanan laba bersih, JSMR tetap fokus pada pengembangan segmen tol dan efisiensi operasional. Perusahaan terus menyesuaikan strategi bisnis untuk menghadapi dinamika ekonomi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. “Kita tetap berkomitmen menjaga layanan jalan tol tetap optimal bagi pengguna,” ujar pihak manajemen.

Pertumbuhan pendapatan tol dan stabilitas operasional menjadi modal utama menghadapi 2026. Jasa Marga juga memperkuat sistem monitoring dan manajemen biaya agar profitabilitas tetap terjaga. Dengan langkah ini, perusahaan diharapkan mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di sektor jalan tol nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index