JAKARTA - Tempe mendoan menjadi salah satu kudapan khas Indonesia yang populer sebagai menu takjil.
Teksturnya lembut dengan balutan tepung tipis membuatnya mudah disantap. Rasanya yang gurih membuat banyak orang menjadikannya pilihan utama saat berbuka puasa.
Namun, di balik kenikmatannya, penting mengetahui kandungan gizinya. Satu porsi tempe mendoan mengandung energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Mengetahui jumlah kalori membantu pengendalian asupan harian bagi yang memperhatikan kesehatan.
Mendoan sendiri berasal dari Banyumas dan dibuat dari tempe iris tipis yang dilapisi adonan tepung berbumbu. Tempe digoreng setengah matang sehingga teksturnya tetap lembut. Proses ini menghasilkan camilan yang gurih dan lezat untuk dinikmati kapan saja.
Kandungan Gizi Tempe Mendoan
Satu porsi tempe mendoan terdiri dari tempe, telur, santan, tepung terigu, tepung tapioka, dan minyak. Kandungan nutrisinya mencakup kalori 210,4 kkal, protein 11,1 gram, lemak 11,3 gram, dan karbohidrat 18,1 gram. Protein mayoritas berasal dari tempe sebagai bahan utama.
Dalam 50 gram tempe terkandung sekitar 9,5 gram protein yang mudah diserap tubuh. Lemak pada mendoan terutama berasal dari minyak goreng dan santan. Sementara karbohidrat dihasilkan dari tepung terigu dan tapioka yang membalut tempe.
Mengetahui kandungan ini penting bagi mereka yang menjaga pola makan. Mengatur porsi konsumsi membantu tetap menikmati camilan tanpa berlebihan. Dengan informasi gizi, tempe mendoan bisa dinikmati sebagai bagian dari menu seimbang.
Manfaat Tempe bagi Kesehatan
Sebagai bahan utama, tempe merupakan sumber protein nabati hasil fermentasi yang kaya nutrisi. Proses fermentasi membuat zat gizinya lebih sederhana sehingga penyerapan lebih optimal. Tempe mudah dicerna dan cocok sebagai sumber protein harian.
Tempe juga kaya asam amino esensial penting untuk pembentukan dan perbaikan sel tubuh. Kandungan ini membuat tempe mendukung kesehatan otot dan jaringan tubuh. Konsumsi rutin membantu memenuhi kebutuhan protein harian dengan cara alami.
Selain protein, tempe mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Nutrisi ini membantu pembentukan hemoglobin dan menurunkan risiko anemia. Dengan begitu, tempe turut menjaga kesehatan darah dan energi tubuh.
Peran Tempe dalam Pencernaan dan Jantung
Tempe mengandung probiotik dan prebiotik yang mendukung keseimbangan bakteri baik di usus. Sistem pencernaan menjadi lebih lancar dan penyerapan nutrisi meningkat. Kondisi ini menjaga kesehatan saluran cerna secara keseluruhan.
Isoflavon, kalium, dan senyawa bioaktif lain dalam tempe juga berperan pada kesehatan jantung. Konsumsi tempe dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Tekanan darah pun lebih terkontrol sehingga risiko gangguan jantung berkurang.
Asam amino arginin dalam tempe mendukung kontrol gula darah. Selain itu, tempe membantu metabolisme tubuh tetap optimal. Kombinasi ini membuat tempe menjadi camilan yang mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Tempe Sebagai Antioksidan dan Perlindungan Tubuh
Tempe mengandung isoflavon dan vitamin E yang bersifat antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh. Dengan begitu, tubuh lebih terlindungi dari risiko penyakit degeneratif.
Nutrisi pada tempe mendukung kesehatan otot, tulang, dan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi tempe secara teratur bermanfaat untuk memperkuat fungsi tubuh secara menyeluruh. Ini menjadikan tempe pilihan camilan yang sehat dan bergizi.
Meski begitu, penggorengan meningkatkan kandungan lemak dan kalori tempe. Oleh karena itu, konsumsi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan harian. Bagi yang menjaga berat badan, porsi dan frekuensi mendoan perlu diperhatikan agar tetap sehat.
Tips Menikmati Tempe Mendoan Sehat
Untuk mengurangi lemak, tempe bisa digoreng dengan minyak minimal atau menggunakan teknik air fryer. Menambahkan sayuran segar sebagai pelengkap juga membantu menyeimbangkan gizi. Dengan sedikit kreativitas, tempe mendoan tetap lezat namun lebih sehat.
Menjaga porsi konsumsi camilan takjil penting untuk keseimbangan kalori. Tempe mendoan tetap bisa dinikmati dalam menu buka puasa. Asalkan memperhatikan cara pengolahan dan frekuensi, camilan ini aman untuk diet harian.
Tempe mendoan bukan sekadar kudapan gurih, tetapi juga sumber nutrisi penting. Protein, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktifnya mendukung berbagai fungsi tubuh. Dengan memperhatikan cara penyajian dan porsi, mendoan bisa menjadi pilihan takjil sehat selama Ramadan.