Prabowo

Diplomasi Strategis Indonesia-Yordania Menguat Usai Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania

Diplomasi Strategis Indonesia-Yordania Menguat Usai Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania
Diplomasi Strategis Indonesia-Yordania Menguat Usai Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda diplomasi luar negeri dengan kunjungan kerja ke Yordania. 

Setibanya di Bandar Udara Militer Marka, Amman, Presiden disambut langsung oleh Putra Mahkota Yordania, Al Hussein bin Abdullah II, serta sejumlah pejabat tinggi kedua negara. Dari pihak Indonesia, turut menyambut Duta Besar RI untuk Yordania dan Atase Pertahanan RI, lengkap dengan jajaran kabinet dan menteri terkait.

Pengawalan kehormatan juga diberikan melalui pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Yordania Hasyimiah. Presiden Prabowo hadir bersama Sekretaris Kabinet, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kedatangan ini menjadi bukti hubungan bilateral yang erat dan berkelanjutan antara Indonesia dan Yordania.

Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan mencakup pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya. Agenda utama adalah memperkuat kemitraan strategis serta membahas isu kemanusiaan dan kerja sama ekonomi. Lawatan ini juga menjadi langkah kongkret memperkuat hubungan diplomatik kedua negara.

Bahas Pemulihan Gaza dan Dukungan Kemanusiaan

Pertemuan bilateral menyoroti isu pemulihan Gaza, Palestina, yang menjadi perhatian global. Kedua pemimpin membahas strategi jangka panjang dalam mendorong gencatan senjata permanen dan mendukung kemerdekaan Palestina. 

Indonesia dan Yordania tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, bekerja sama dengan sejumlah negara di kawasan untuk menekan konflik.

Yordania memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Israel dan wilayah Tepi Barat, sehingga menjadi mitra penting dalam proses diplomasi. 

Sejak tahun lalu, kedua negara berkolaborasi dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza. Presiden Prabowo menekankan komitmen Indonesia untuk terus mendukung stabilitas dan kesejahteraan warga Palestina.

Pertemuan ini juga menegaskan perlunya sinergi internasional dalam memulihkan wilayah terdampak konflik. Raja Abdullah II menyambut positif peran aktif Indonesia dalam membantu Gaza. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat mekanisme koordinasi dan bantuan kemanusiaan di masa mendatang.

Tindak Lanjut Kerja Sama Investasi Strategis

Selain isu kemanusiaan, pertemuan bilateral menekankan tindak lanjut investasi yang disepakati sebelumnya. Raja Abdullah II mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam tiga proyek strategis, yakni pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, dan sektor logistik. 

Kedua negara juga menjajaki pembentukan Badan Pengelola Investasi untuk mempermudah koordinasi dan pengelolaan proyek.

Kerja sama ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pertanian, pendidikan, hingga urusan wakaf dan keagamaan. Selain itu, bidang kesehatan, sains, dan teknologi juga menjadi fokus utama. Presiden Prabowo menekankan bahwa investasi strategis akan mendorong pertumbuhan ekonomi Yordania dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Pembahasan investasi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar proyek-proyek berkelanjutan. Kedua negara sepakat untuk mengawal pelaksanaan proyek dengan manajemen terpadu. Hal ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Yordania

Kunjungan ini menandai lawatan kedua Presiden Prabowo ke Amman sejak menjabat sebagai Presiden RI. Kunjungan perdana dilakukan tahun lalu dan diisi dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis. 

Tahun 2026 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Yordania, sebuah momentum penting untuk memperkuat kemitraan bilateral.

Pemerintah berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan, pertahanan, pertanian, serta isu-isu kawasan Timur Tengah.

Presiden Prabowo menekankan bahwa diplomasi strategis harus mencakup aspek ekonomi, kemanusiaan, dan keamanan. Raja Abdullah II menyambut gagasan ini dan menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang.

Kedua pemimpin sepakat bahwa kerja sama yang solid akan memberikan dampak positif pada stabilitas kawasan. Pertemuan ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi peluang baru yang bermanfaat bagi kedua negara. Indonesia dan Yordania berkomitmen untuk mengimplementasikan rencana aksi yang telah disepakati secara konkret.

Agenda Diplomasi dan Harapan Masa Depan

Agenda strategis kunjungan mencakup pemulihan Gaza, penguatan kerja sama investasi, dan pembangunan kemitraan multisektor. Presiden Prabowo menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kesepakatan bilateral. Ia menyatakan, “Diplomasi tidak hanya soal pertemuan, tetapi juga hasil nyata yang dirasakan masyarakat.”

Selain itu, pertemuan membahas peluang integrasi sektor pendidikan dan teknologi antara kedua negara. Kerja sama ini mencakup program pertukaran pelajar, pelatihan tenaga profesional, dan kolaborasi sains. Raja Abdullah II menegaskan dukungan penuh untuk inisiatif tersebut sebagai bagian dari memperkuat hubungan bilateral.

Kunjungan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi stabilitas kawasan dan peningkatan kerja sama ekonomi. Presiden Prabowo menekankan perlunya langkah-langkah konkret agar program kemanusiaan dan investasi dapat berjalan selaras. Kedua negara berkomitmen untuk memperkuat hubungan strategis demi kesejahteraan masyarakat masing-masing.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index