JAKARTA - Upaya pemulihan pascabanjir di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan signifikan.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melaporkan telah merampungkan pembangunan 1.398 unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana. Penyampaian capaian tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi bersama DPR RI yang membahas percepatan pemulihan di tiga provinsi terdampak.
Capaian Pembangunan Hunian Sementara
BPI Danantara menyatakan telah membangun 1.398 hunian sementara (Huntara) untuk korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Informasi itu disampaikan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di DPR RI.
“Perlu kami laporkan Pak, untuk huntara jumlahnya sudah selesai tahap pertama itu sebanyak 1.398 unit,” kata Dony.
Rinciannya, sebanyak 1.075 unit huntara dibangun di Aceh, 200 unit di Sumatera Utara, dan 123 unit di Sumatera Barat. Setelah proses pembangunan selesai, Danantara menyerahkan huntara itu kepada pemerintah daerah setempat. Penyerahan tersebut dilakukan agar pengelolaan dan distribusi kepada masyarakat berjalan sesuai kewenangan daerah.
Sebaran dan Tingkat Hunian
Saat ini, sebanyak 600 unit huntara di Aceh Tamiang, 97 unit di Aceh Timur, 163 unit di Pidie Jaya, 216 unit di Aceh Utara, 200 unit di Tapanuli Selatan, 40 unit di Padang Pariaman, 28 unit di Tanah Datar, dan 55 unit di Agam telah dihuni korban terdampak bencana.
“Sebagian besar sudah dihuni,” ujar Dony. Data tersebut menunjukkan proses relokasi berjalan bertahap sesuai kesiapan lapangan.
Di luar huntara yang selesai dibangun, Danantara kini sedang mengusulkan pembangunan huntara pada empat titik di Aceh Utara. Selain itu, Danantara juga tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap di Sumatera Barat, tambahan 90 huntap di Aceh Utara, dan 488 huntap di Pidie Jaya.
“Harapannya nanti yang sudah selesai ini bisa ditempati semua Pak, dan sejauh ini yang dibangun cukup menggembirakan Pak, respons daripada masyarakat,” kata Dony.
Pengalihan Fokus ke Hunian Tetap
Pada kesempatan tersebut, Dony menyampaikan Danantara bakal menggeser rencana semula yang akan membangun 15.000 huntara untuk korban terdampak.
Menurutnya, masyarakat terdampak di tiga provinsi tersebut ternyata tidak membutuhkan huntara sebanyak itu. Evaluasi lapangan menjadi dasar penyesuaian kebijakan agar pembangunan lebih tepat sasaran.
Oleh karena itu, pihaknya bakal menggeser anggaran sebagian rencana 15.000 huntara itu untuk membangun hunian tetap.
“Besok kami akan groundbreaking Pak rencananya di Sumatera Barat untuk huntap yang pertama, kemudian dilanjutkan di Aceh dan di Sumatera Utara,” tuturnya. Langkah ini diharapkan mempercepat transisi warga dari hunian sementara menuju tempat tinggal permanen.
Koordinasi Satgas dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Sebagai informasi, pemerintah dan DPR RI membentuk Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas itu terdiri dari kementerian terkait mulai Kementerian Dalam Negeri, Kementerian UMKM, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan lainnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut difokuskan untuk memastikan pemulihan berjalan terintegrasi.
Melalui rapat itu, pemerintah membahas pemenuhan hak dasar hidup masyarakat seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan hingga pemulihan sumber daya ekonomi.
Upaya tersebut mencakup penyediaan hunian, dukungan logistik, serta pemulihan aktivitas ekonomi warga terdampak. Pemerintah berharap sinergi yang terbangun dapat mempercepat pemulihan menyeluruh di wilayah terdampak banjir.
Keseluruhan langkah yang ditempuh menunjukkan komitmen percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Pembangunan huntara yang telah selesai menjadi fondasi awal sebelum hunian tetap terealisasi.
Dengan dukungan berbagai pihak, proses pemulihan diharapkan terus menunjukkan progres positif bagi masyarakat terdampak.