Cara Alami Redakan Stres

Cara Alami Redakan Stres Melalui Interaksi Rutin dengan Hewan Peliharaan

Cara Alami Redakan Stres Melalui Interaksi Rutin dengan Hewan Peliharaan
Cara Alami Redakan Stres Melalui Interaksi Rutin dengan Hewan Peliharaan

JAKARTA - Kehadiran hewan peliharaan di rumah ternyata bukan sekadar teman bermain, tetapi juga dapat memberi dampak positif bagi kondisi emosional seseorang.

Interaksi sederhana seperti mengelus atau memangku anjing dan kucing terbukti membantu tubuh menjadi lebih rileks. Kontak fisik yang hangat ini bahkan dikaitkan dengan penurunan hormon stres dalam tubuh.

Interaksi dengan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat membantu menurunkan tingkat stres dan membuat tubuh lebih rileks. Sejumlah penelitian tentang interaksi manusia dan hewan menunjukkan sentuhan sederhana seperti mengelus atau memangku hewan berdampak langsung pada respons fisiologis tubuh. 

Kontak fisik yang tenang diketahui dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol dan membantu sistem saraf berpindah dari kondisi siaga ke kondisi istirahat.

Efek ini bisa muncul dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa menit interaksi. Tubuh yang sebelumnya tegang perlahan memberi respons lebih tenang ketika menerima sentuhan berulang yang terasa aman. Proses ini berlangsung alami tanpa perlu intervensi rumit.

Penjelasan Sistem Saraf dan Respons Tubuh

Psikiater Timothy Jeider M.D menjelaskan sentuhan pada hewan memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur respons stres. 

“Mengelus anjing atau kucing menurunkan rangsangan sistem saraf simpatik yang dikenal sebagai respons lawan atau lari. Saat itu turun, sistem parasimpatik yang mendorong kondisi tenang dapat aktif,” ujarnya.

Sistem saraf simpatik berperan ketika tubuh menghadapi ancaman atau tekanan yang memicu kewaspadaan tinggi. Sebaliknya, sistem parasimpatik membantu tubuh kembali pada keadaan istirahat dan pemulihan. Ketika keseimbangan bergeser ke arah parasimpatik, tubuh pun lebih mudah merasa tenang.

Saat seseorang berada dalam tekanan, detak jantung cenderung meningkat, napas menjadi pendek, dan otot menegang. Sentuhan berulang yang terasa aman membantu memutus pola tersebut dan memberi sinyal aman ke otak. Otak kemudian menerjemahkan sinyal itu sebagai kondisi yang tidak mengancam.

Perubahan Hormon dan Dampaknya

Pelatih perilaku hewan Erin Whelan, CPDT-KA, CSAP-BC menyebut interaksi fisik juga berkaitan dengan perubahan hormon lain di tubuh. “Saat mengelus hewan, biasanya terjadi penurunan kortisol dan peningkatan oksitosin. Detak jantung dan tekanan darah juga dapat ikut menurun,” katanya.

Penurunan kortisol membantu tubuh keluar dari mode siaga yang berkepanjangan. Pada saat yang sama, peningkatan oksitosin mendorong rasa nyaman dan keterhubungan. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang terasa nyata.

Oksitosin berperan dalam rasa nyaman dan keterikatan sosial. Peningkatan hormon ini membuat seseorang merasa lebih aman dan terhubung, sehingga respons stres ikut mereda. Rasa kedekatan yang muncul sering kali memperkuat hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan.

Perubahan fisiologis seperti turunnya tekanan darah dan detak jantung menjadi indikator bahwa tubuh benar-benar merespons interaksi tersebut. Efek ini tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga tercermin secara biologis. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh.

Manfaat Jangka Pendek dan Batasannya

Terapis keluarga Julie Robinson, LMFT, M.Ed menilai manfaat interaksi dengan hewan paling kuat terasa dalam jangka pendek. “Bukti terkuat menunjukkan penurunan stres secara langsung, bukan perubahan kesehatan mental jangka panjang. Hewan peliharaan bukan pengganti terapi atau perawatan medis, tetapi bisa menjadi sumber regulasi emosi yang mudah diakses,” tuturnya.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa kehadiran hewan peliharaan bukan solusi tunggal bagi masalah psikologis. Namun, peran mereka dapat menjadi pelengkap yang membantu mengelola tekanan harian. Kemudahan akses terhadap interaksi ini menjadi nilai tambah tersendiri.

Banyak orang merasakan perubahan suasana hati hanya dalam hitungan menit setelah berinteraksi dengan hewan kesayangannya. Sensasi hangat dan ritme sentuhan yang konsisten menciptakan rasa stabil. Hal ini membantu individu kembali fokus dan lebih siap menghadapi aktivitas.

Meski demikian, pendekatan menyeluruh tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan mental. Interaksi dengan hewan dapat berjalan berdampingan dengan terapi profesional bila dibutuhkan. Dengan cara ini, manfaatnya bisa lebih optimal.

Cara Praktis Mengelola Stres Sehari-hari

Peneliti menilai waktu singkat bersama hewan peliharaan dapat menjadi salah satu cara praktis mengelola stres harian. Kebiasaan ini dapat dilakukan tanpa persiapan khusus dan tidak memerlukan biaya tambahan. Bahkan beberapa menit interaksi sudah memberi dampak positif.

Pendekatan ini sebaiknya disertai kebiasaan lain seperti tidur cukup, aktivitas fisik, dan teknik relaksasi. Kombinasi berbagai strategi akan membantu tubuh dan pikiran tetap seimbang. Dengan pola hidup yang terjaga, respons stres menjadi lebih terkendali.

Interaksi rutin dengan hewan peliharaan juga membangun rutinitas yang menenangkan. Rutinitas tersebut memberi struktur harian yang konsisten dan rasa tanggung jawab positif. Kehadiran hewan di rumah akhirnya bukan hanya sebagai teman, tetapi juga bagian dari mekanisme pengelolaan emosi.

Melalui sentuhan sederhana, tubuh memperoleh sinyal aman yang membantu menurunkan ketegangan. Respons fisiologis yang berubah menunjukkan bahwa relaksasi bukan sekadar perasaan, melainkan proses biologis nyata. Dengan memahami hal ini, interaksi dengan hewan peliharaan dapat dimanfaatkan secara lebih sadar dan terarah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index