Erick Thohir Ungkap 20 Agenda Strategis Olahraga Nasional yang Perlu Dijalankan

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:32:41 WIB
Erick Thohir Ungkap 20 Agenda Strategis Olahraga Nasional yang Perlu Dijalankan

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, memaparkan 20 agenda besar pengembangan kepemudaan dan olahraga untuk tahun 2026. 

Agenda ini mencakup reformasi birokrasi, revisi Perpres tentang Desain Besar Olahraga Nasional, serta penyelenggaraan ASEAN Para Games yang sudah berjalan. Selain itu, agenda mencakup pembuatan roadmap dan pedoman pemanfaatan aset hingga penyelenggaraan event tingkat Asia Tenggara.

Beberapa agenda lain terkait penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian mengenai standarisasi dan perizinan alat olahraga. 

Pencabutan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 dan deregulasi 191 Permenpora juga menjadi prioritas dengan pendekatan omnibus. Pembangunan akademi olahraga serta pusat pelatihan tim nasional menjadi bagian dari agenda jangka panjang kementerian.

Selain itu, revitalisasi fasilitas olahraga Cibubur Youth Elite Sport Center menjadi sport science dan pusat rehabilitasi juga direncanakan. 

Pelaksanaan car free day di seluruh kota di Pulau Jawa dengan target utama 514 kabupaten/kota se-Indonesia menjadi bagian dari agenda kesehatan masyarakat. Manajemen talenta nasional berorientasi pada 21 cabang olahraga unggulan di sekolah juga menjadi fokus.

Pembinaan dan Program Pemuda

Program pembinaan tenaga olahraga pada kelompok disabilitas menjadi salah satu perhatian utama. Penyelenggaraan youth camp serta lomba debat dan pidato nasional juga dimasukkan dalam agenda untuk mengasah keterampilan generasi muda. Indonesia Sports Summit dan Indonesia Youth Summit akan digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional dan Hari Sumpah Pemuda.

Selain itu, pertukaran pemuda antarnegara direncanakan untuk memperluas wawasan dan pengalaman generasi muda Indonesia. 

Penyiapan dana pensiun atlet atau sistem jaminan masa depan atlet juga termasuk dalam program strategis kementerian. Agenda ini diharapkan mempersiapkan pemuda agar siap menghadapi tantangan global dan berkompetisi di berbagai bidang olahraga.

Persiapan Event Internasional

Beberapa agenda bersifat jangka panjang karena membutuhkan persiapan matang, seperti Asian Games dan Asian Para Games. Menpora menjelaskan bahwa pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun. Oleh sebab itu, pengelolaan anggaran multiyears diajukan untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.

"Banyak kegiatan yang tujuannya dua atau tiga tahun lagi tetapi persiapan harus sudah dimulai tahun ini seperti Asian Games, Olimpiade," ujar Erick Thohir. 

Agenda besar lainnya termasuk pengembangan talenta atlet, peningkatan fasilitas olahraga, dan pembinaan SDM untuk mendukung prestasi di tingkat internasional. Semua persiapan ini bertujuan agar Indonesia mampu bersaing di kancah dunia.

Optimalisasi Anggaran dan Sumber Daya

Menpora menjelaskan bahwa kementerian memiliki dukungan anggaran senilai Rp1,150 triliun untuk menjalankan berbagai agenda besar. Meski anggaran itu belum mencukupi seluruh kegiatan, keterbatasan dana tidak menjadi alasan untuk menghentikan program. Erick menegaskan pentingnya pemanfaatan anggaran secara efisien dan tepat sasaran.

Pendekatan multiyears menjadi strategi agar program yang memerlukan lebih dari satu tahun dapat terlaksana dengan baik. Pengelolaan dana yang terencana memungkinkan pembangunan akademi, fasilitas olahraga, dan event berskala internasional berjalan simultan. Pemerintah ingin memastikan seluruh agenda memberikan dampak nyata bagi atlet dan generasi muda di seluruh Indonesia.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar program dapat terlaksana maksimal. Setiap cabang olahraga yang diunggulkan akan dikelola melalui manajemen talenta nasional yang terstruktur. Hal ini memungkinkan atlet berpotensi tinggi memperoleh pembinaan berkelanjutan.

Dampak dan Harapan untuk Kepemudaan

Erick Thohir menekankan bahwa agenda besar ini bukan hanya untuk prestasi olahraga, tetapi juga pengembangan karakter pemuda. 

Program ini diharapkan meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan olahraga dan kepemudaan di seluruh negeri. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

Selain itu, program ini menjadi sarana memperluas akses pemuda terhadap kegiatan olahraga dan kreativitas. Fasilitas dan event yang disediakan diharapkan mendorong minat anak muda untuk aktif berpartisipasi. Erick menekankan bahwa keberlanjutan agenda ini akan membentuk fondasi kuat bagi pembangunan kepemudaan dan olahraga nasional.

Menpora juga menyoroti bahwa seluruh program berorientasi pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Pengembangan fasilitas, pembinaan atlet, dan event internasional saling terintegrasi untuk menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. 

Dengan dukungan pemerintah, generasi muda, dan berbagai pihak terkait, Indonesia siap menghadapi tantangan olahraga global sekaligus membangun kepemudaan unggul.

Terkini