Saham TINS Naik Tajam Bersamaan dengan Kenaikan Harga Timah Global

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:31:54 WIB
Saham TINS Naik Tajam Bersamaan dengan Kenaikan Harga Timah Global

JAKARTA - Kenaikan harga timah global memberi dorongan kuat bagi saham PT Timah Tbk (TINS). 

Investor domestik menyambut positif pergerakan saham ini yang terus menunjukkan tren naik selama dua hari berturut-turut. Momentum ini menegaskan posisi TINS sebagai emiten tambang pelat merah yang terus diminati pasar.

Pergerakan Saham TINS di Bursa

Memantau perdagangan, saham TINS sempat melonjak hingga 5,29% pada sesi pertama ke level Rp 4.380 per saham. Namun memasuki penutupan sesi kedua, aksi ambil untung menahan kenaikan menjadi Rp 4.270 atau naik 2,64%. Performa ini melanjutkan tren positif pada hari sebelumnya, ketika saham TINS meroket 6,12%.

Dalam satu bulan terakhir, saham TINS sudah memberikan keuntungan 15,43% bagi pemegangnya. Lonjakan ini membuat TINS memimpin sektor saham timah dan nikel yang kompak menghijau. Momentum kenaikan saham menunjukkan optimisme investor terhadap prospek industri timah nasional.

Penguatan Saham Emiten Tambang Lain

Selain TINS, beberapa emiten tambang lain juga menunjukkan penguatan positif. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,14% ke Rp 4.440 per saham. PT Harum Energy Tbk (HRUM) bertambah 1,22% menjadi Rp 1.240 per saham. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 1,07% ke level Rp 3.780.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) juga mencatat kenaikan 1,05% ke Rp 384 per saham. Pergerakan positif ini menandai sentimen pasar yang kuat terhadap sektor tambang domestik. Saham-saham tersebut menikmati arus beli yang stabil dari investor ritel maupun institusi.

Lonjakan Harga Timah Global

Kenaikan saham TINS tidak lepas dari kondisi pasar timah dunia yang sedang menguat. Harga timah kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) melonjak 4,58% ke US$ 49.585 per metrik ton. Sehari sebelumnya, harga timah baru naik 2,49% ke US$ 47.718 per metrik ton. Secara kumulatif, harga timah dunia naik 7% hanya dalam dua hari perdagangan.

Sentimen positif juga datang dari China, di mana Bursa Shanghai menyambut pelaku pasar dengan lonjakan harga timah berjangka. Kembalinya aktivitas perdagangan setelah libur panjang Tahun Baru Imlek meningkatkan optimisme global. Investor menilai prospek permintaan timah akan tetap kuat, mendukung harga dan saham emiten tambang.

Dampak bagi TINS dan Industri Tambang Dalam Negeri

Kenaikan harga timah memberi efek positif langsung terhadap kinerja TINS. Perusahaan bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan dan laba bersih. Investor pun melihat peluang cuan jangka pendek maupun menengah dari pergerakan saham ini.

Selain itu, penguatan harga timah mendorong sektor tambang lain di Indonesia. Emiten nikel, tembaga, dan timah mendapatkan keuntungan dari harga komoditas yang tinggi. Lonjakan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting di pasar logam dunia.

Prospek Saham dan Strategi Investor

Investor disarankan memantau tren harga timah global sebagai indikator pergerakan saham TINS. Momentum kenaikan bisa dimanfaatkan untuk akumulasi saham maupun strategi jual beli jangka pendek. Selain itu, diversifikasi portofolio dengan emiten tambang lain bisa mengurangi risiko volatilitas pasar.

Sentimen positif akan terus mendukung pergerakan saham TINS selama harga timah tetap tinggi. Perusahaan juga diharapkan mempertahankan kinerja produksi dan ekspor agar lonjakan harga dapat diterjemahkan menjadi keuntungan nyata. Investor pun tetap optimis, melihat peluang pertumbuhan sektor pertambangan nasional.

Terkini