JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan penguatan industri ayam dan telur sebagai bagian strategi nasional untuk mendukung swasembada pangan.
Langkah ini sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan rantai pasok pangan tidak hanya dikuasai distributor besar dari luar daerah.
Menurut Zulkifli, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan bermitra dengan koperasi desa, BUMDes, dan pelaku UMKM di tingkat lokal untuk memperkuat distribusi.
Hal ini diharapkan meningkatkan keterlibatan usaha rakyat di sektor pangan. Strategi ini juga meminimalkan ketergantungan pada grosir besar di kota besar sehingga manfaat ekonomi lebih merata.
Penguatan sektor ayam dan telur merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mencapai swasembada pangan nasional. Fokusnya mencakup karbohidrat dan protein agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan usaha rakyat.
Kolaborasi dengan Koperasi dan UMKM
Ke depan, SPPG akan menjalin kemitraan yang lebih erat dengan koperasi desa di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan ribuan koperasi desa siap mendukung program MBG hingga akhir tahun. Kemitraan ini memberikan peluang bagi UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Dengan pendekatan ini, pemerintah memastikan pasokan ayam dan telur dapat menjangkau masyarakat lebih cepat dan efisien. Koperasi desa menjadi penghubung penting antara peternak lokal dan konsumen. Inisiatif ini juga mendorong ekonomi desa tumbuh secara mandiri.
Langkah ini diharapkan menurunkan dominasi perusahaan besar dalam penyediaan pangan. Peternak lokal memiliki pilihan alternatif dalam menjual produk mereka. Dengan demikian, kesejahteraan peternak rakyat dapat meningkat secara signifikan.
Pembangunan Pusat Produksi Strategis
Pemerintah berencana membangun enam pusat produksi untuk pengembangan grand parent stock (GPS) dan day old chick (DOC). Fasilitas ini menjadi fondasi produksi ayam nasional serta pakan ternak. Pembangunan akan melibatkan BUMN sektor perkebunan untuk mendukung ketahanan pasok pakan.
Dua dari enam pusat produksi akan berada di Malang dan Lampung, sedangkan sisanya tersebar di wilayah lain yang potensial. Strategi ini bertujuan memperkuat produksi nasional sekaligus memberikan akses alternatif bagi peternak rakyat. Dengan demikian, ketergantungan terhadap perusahaan besar dapat dikurangi.
Pusat produksi ini juga membuka peluang bagi pihak yang mampu mengembangkan peternakan untuk mendapatkan izin impor DOC. Hal ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan produksi ayam nasional. Pemerintah memastikan distribusi pakan dan bibit merata sehingga peternak dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Kemandirian Peternak dan Diversifikasi Sumber
Zulkifli menegaskan bahwa peternak rakyat harus memiliki pilihan sumber bibit dan pakan. Tidak semua peternak harus bergantung pada perusahaan besar sehingga mereka memiliki keleluasaan dalam mengatur usaha. Strategi ini memungkinkan terciptanya persaingan sehat di sektor peternakan nasional.
Saat ini jumlah GPS di Indonesia mencapai ratusan ribu ekor, namun belum semuanya dapat dikembangkan menjadi indukan produksi. Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan yang harus diatasi. Dengan pembangunan pusat produksi baru, kapasitas pengembangan GPS dan DOC akan meningkat secara signifikan.
Langkah ini diharapkan meningkatkan kemandirian peternak rakyat sekaligus menstabilkan harga ayam dan telur di pasar. Peternak memiliki peluang memperoleh akses langsung ke bibit dan pakan yang berkualitas. Dengan strategi ini, sektor peternakan nasional menjadi lebih kuat dan mandiri.
Dukungan Terhadap Program MBG dan Swasembada
Pemerintah melihat penguatan industri ayam dan telur sebagai bagian integral dari program MBG. Program ini menekankan pemenuhan gizi anak-anak sekolah dan masyarakat secara luas. Swasembada protein melalui ayam, telur, ikan, dan susu menjadi prioritas utama pemerintah.
Selain itu, penguatan produksi nasional mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Strategi ini juga mendukung stabilitas harga di pasar domestik. Dengan melibatkan koperasi desa dan UMKM, manfaat program MBG dapat dirasakan lebih merata di seluruh negeri.
Ke depan, keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, koperasi, UMKM, dan peternak rakyat. Sinergi ini akan memastikan distribusi pangan tetap lancar dan berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, industri ayam dan telur nasional dapat tumbuh kuat dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.