JAKARTA - Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam, bukan hanya untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga untuk memperbanyak ibadah. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan adalah salat tarawih dan witir.
Kedua salat ini menjadi amalan yang sangat penting, terutama setelah salat Isya, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi ibadah malam Ramadan. Di dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap tentang tata cara, niat, serta keutamaan kedua salat ini.
Salat Witir sebagai Penyempurna Ibadah Malam
Salat witir adalah salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Salat ini dikenal dengan jumlah rakaat ganjil yang biasanya dilaksanakan setelah salat tarawih.
Biasanya, salat witir dilakukan dengan tiga rakaat, meskipun jumlah rakaatnya bisa bervariasi, seperti satu rakaat atau lima rakaat. Keistimewaan salat witir adalah ia menjadi penutup dan penyempurna dari seluruh rangkaian salat malam.
Sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat, salat witir merupakan sunah muakkadah, yakni sunah yang sangat dianjurkan dan sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Dalam praktiknya, umat Islam biasanya melakukan salat witir tiga rakaat setelah salat tarawih.
Meskipun begitu, jumlah rakaatnya bisa disesuaikan dengan kemampuan atau preferensi masing-masing, dengan tetap memperhatikan bahwa jumlah rakaat haruslah ganjil.
Bacaan Niat Salat Witir
Setiap ibadah dalam Islam dimulai dengan niat yang tulus. Salat witir tidak terkecuali. Berikut adalah bacaan niat salat witir untuk berbagai jumlah rakaat:
Niat Witir Satu Rakaat:
"Usholli rok’atan minal witri lillaahi ta’aala"
Artinya: "Saya niat salat satu rakaat dari salat witir karena Allah SWT."
Niat Witir Dua Rakaat:
"Usholli rok’ataini minal witri lillaahi ta’aala"
Artinya: "Saya niat salat dua rakaat dari salat witir karena Allah SWT."
Niat Witir Tiga Rakaat:
"Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin lillaahi ta’aala"
Artinya: "Saya niat salat sunah witir tiga rakaat karena Allah SWT."
Salat witir dilaksanakan seperti salat pada umumnya, dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, sujud, dan tasyahud. Khusus pada malam pertengahan Ramadan hingga akhir, sangat dianjurkan untuk membaca doa qunut setelah i’tidal dan sebelum sujud pada rakaat terakhir. Doa qunut ini menjadi amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan serta berkah-Nya.
Keutamaan dan Doa Setelah Salat Witir
Salat witir bukan hanya menjadi ibadah penutup malam, tetapi juga sarana untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT. Setelah melaksanakan salat witir, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa yang berisi permohonan kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.
Berikut adalah salah satu doa yang dianjurkan setelah salat witir:
Doa Setelah Salat Witir:
Allaahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas'aluka qalban khaasyi'aw wanas'aluka ilman naafi'an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas'aluka amalan shaalihan. Wa nas’aluka diinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wa nas'aluka tamaamal ‘aafiyah. Wa nas’alukasysyukra 'alal 'aafiyati wa nas'alukal ghinaa'a 'aninnaas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa Allaah yaa Allaah yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan keyakinan yang benar, amal yang salih, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kepada-Mu kecukupan. Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah salat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealpaan kami (dalam menunaikan kewajiban), Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah memberi rahmat atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, keluarga, dan semua sahabatnya. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam."
Doa ini mengandung harapan agar seluruh ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT, dan agar umat Islam selalu diberkahi dalam setiap aspek kehidupan.
Salat Tarawih: Ibadah Khusus di Bulan Ramadan
Salat tarawih adalah salah satu salat sunnah yang hanya dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadan. Salat ini memiliki banyak keutamaan, seperti yang diriwayatkan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.
Salat tarawih dilaksanakan setelah salat Isya dan biasanya dilakukan dengan jumlah rakaat yang bervariasi, mulai dari delapan hingga dua puluh rakaat. Ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa penduduk Madinah mengerjakan 36 rakaat tarawih.
Salat tarawih dapat dilakukan dengan dua cara: dua rakaat satu salam atau empat rakaat satu salam tanpa tasyahud awal. Namun, banyak ulama yang menganjurkan untuk melakukan tarawih dengan dua rakaat satu salam, sesuai dengan hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa salat malam dikerjakan dua rakaat dua rakaat.
Bacaan Niat Salat Tarawih
Berikut adalah bacaan niat salat tarawih dua rakaat untuk makmum:
Ushallii sunnatat taraawiihi rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Saya niat salat sunah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
Jika salat dilakukan sendiri, kata "ma’muuman" dihilangkan. Sedangkan jika menjadi imam, kata tersebut diganti dengan "imaaman".
Keutamaan Salat Tarawih dan Witir
Salat tarawih dan witir bukan hanya sebagai amalan yang menambah pahala, tetapi juga sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua salat ini membawa keberkahan dan ampunan bagi umat Islam, serta menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri di bulan suci Ramadan.
Salat witir sebagai penutup salat malam merupakan kesempatan untuk memohon doa dan harapan kepada Allah, sementara tarawih membantu memperkokoh ibadah dan spiritualitas umat Islam di bulan Ramadan.
Melalui salat tarawih dan witir, umat Islam diharapkan dapat meraih ampunan, kedamaian, dan keberkahan yang besar selama bulan Ramadan dan seterusnya.