Update Terkini Harga Beras Stabil, Pangan Nasional Terkendali Meski Cabai Naik

Senin, 23 Februari 2026 | 10:12:11 WIB
Update Terkini Harga Beras Stabil, Pangan Nasional Terkendali Meski Cabai Naik

JAKARTA - Perkembangan harga kebutuhan pokok nasional kembali menunjukkan dinamika yang beragam pada periode terbaru. 

Sejumlah komoditas bergerak naik, sementara sebagian lainnya tetap stabil bahkan turun tipis. Situasi ini memperlihatkan bahwa pasar pangan nasional masih berada dalam kendali meski ada tekanan pada beberapa bahan tertentu.

Berdasarkan data Harga Nasional Tertimbang dengan bobot konsumsi Survei Biaya Hidup 2022 yang direkomendasikan Badan Pusat Statistik, perubahan harga tercatat cukup variatif.

Sebagian komoditas mengalami kenaikan ringan, sedangkan lainnya cenderung stagnan. Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan daya beli dan inflasi pangan nasional.

Pergerakan harga tersebut mencerminkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di berbagai daerah. Mekanisme distribusi dan ketersediaan stok turut memengaruhi dinamika di lapangan. Meski ada kenaikan pada komoditas tertentu, stabilitas mayoritas bahan pokok menjadi penopang utama.

Stabilitas Harga Beras dan Kebutuhan Pokok

Komoditas utama masyarakat yakni beras tercatat bergerak sangat terbatas pada periode ini. Beras Medium berada di harga Rp 13.657 per kilogram dengan kenaikan 0,01 persen. Sementara Beras Premium tercatat Rp 15.295 per kilogram dengan penurunan tipis 0,02 persen.

Stabilnya harga beras menunjukkan pasokan nasional masih terjaga pada awal periode pengamatan. Kondisi ini penting karena beras merupakan komoditas paling strategis dalam struktur konsumsi rumah tangga. Keseimbangan harga beras memberikan dampak positif terhadap kestabilan inflasi pangan.

Selain beras, gula dan minyak goreng juga menunjukkan fluktuasi tipis. Gula Pasir Curah tercatat Rp 17.794 per kilogram atau naik 0,02 persen. Minyak Goreng Sawit Premium berada di Rp 21.169 per liter turun 0,14 persen, Minyak Goreng Sawit Curah Rp 18.117 per liter turun 0,05 persen, dan Minyakita Rp 15.986 per liter turun 0,05 persen.

Pergerakan kecil pada minyak goreng menunjukkan dinamika pasar yang masih mengikuti pola distribusi dan pasokan domestik. Tidak adanya lonjakan tajam menjadi sinyal bahwa sistem distribusi berjalan relatif normal. Hal ini membantu menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga.

Protein Hewani dan Bahan Industri

Untuk komoditas protein hewani, harga cenderung stabil dengan perubahan yang sangat terbatas. Daging Sapi Paha Belakang tercatat Rp 136.149 per kilogram turun 0,05 persen. Daging Ayam Ras berada di Rp 41.178 per kilogram naik 0,01 persen, sedangkan Telur Ayam Ras Rp 30.877 per kilogram naik 0,09 persen.

Stabilitas harga protein hewani dinilai penting untuk menjaga keseimbangan konsumsi masyarakat. Ketersediaan pasokan yang cukup membantu menahan lonjakan harga menjelang periode permintaan tinggi. Kondisi ini juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor peternakan.

Komoditas bahan baku industri makanan pun menunjukkan variasi kecil. Tepung Terigu tercatat Rp 12.451 per kilogram naik 0,08 persen. Sementara Kedelai Impor berada di Rp 13.299 per kilogram turun 0,11 persen.

Pergerakan tersebut relatif moderat dan belum menunjukkan gejolak signifikan. Stabilitas bahan baku industri menjadi faktor penting dalam menjaga harga produk turunan. Dengan fluktuasi yang terkendali, tekanan terhadap produsen masih dapat diminimalkan.

Lonjakan Cabai dan Dinamika Hortikultura

Komoditas hortikultura menjadi sorotan utama karena mencatat kenaikan cukup tajam. Cabai Merah Keriting berada di Rp 45.919 per kilogram naik 1,33 persen. Cabai Rawit Merah mengalami lonjakan dari Rp 78.235 per kilogram menjadi Rp 81.443 per kilogram atau naik 4,10 persen.

Kenaikan tertinggi terjadi pada Cabai Merah Besar yang naik dari Rp 44.415 per kilogram menjadi Rp 48.335 per kilogram atau melonjak 8,83 persen. Lonjakan ini menjadi yang paling signifikan dibanding komoditas lain. Perubahan harga cabai sering kali dipengaruhi faktor cuaca, distribusi, serta pola panen musiman.

Komoditas cabai dikenal memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan. Setiap kenaikan yang cukup tajam biasanya cepat dirasakan konsumen di pasar tradisional maupun ritel modern. Oleh karena itu, pengendalian pasokan hortikultura menjadi perhatian penting.

Selain cabai, bawang juga mengalami pergerakan berbeda. Bawang Merah tercatat Rp 41.233 per kilogram naik 0,73 persen. Sementara Bawang Putih Honan berada di Rp 36.858 per kilogram turun 0,42 persen.

Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan dinamika pasokan yang tidak seragam. Komoditas lokal dan impor memiliki karakter distribusi yang berbeda. Variasi tersebut memengaruhi keseimbangan harga di tingkat nasional.

Metode Perhitungan dan Prospek Ke Depan

Data harga nasional dihitung menggunakan metode Harga Nasional Tertimbang berdasarkan bobot konsumsi Survei Biaya Hidup 2022 sesuai rekomendasi Badan Pusat Statistik. Metode ini memberikan gambaran harga yang lebih representatif secara nasional. Dengan pendekatan tersebut, fluktuasi di satu wilayah tidak langsung mendominasi gambaran keseluruhan.

Pendekatan Harga Nasional Tertimbang bertujuan mencerminkan pola konsumsi riil masyarakat. Bobot konsumsi membuat komoditas dengan tingkat konsumsi tinggi memiliki pengaruh lebih besar dalam perhitungan. Cara ini membantu menghasilkan indikator harga yang lebih akurat.

Dengan sebagian besar komoditas relatif stabil dan hanya beberapa bahan mengalami kenaikan, kondisi pasar kebutuhan pokok masih terkendali. Lonjakan pada cabai tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi inflasi. 

Pemerintah dan pelaku distribusi diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan terutama pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca.

Terkini