Disarankan Berbuka Air Putih, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

Senin, 23 Februari 2026 | 10:11:38 WIB
Disarankan Berbuka Air Putih, Ini Manfaatnya Bagi Kesehatan

JAKARTA - Menjelang azan Maghrib, meja makan kerap dipenuhi beragam sajian menggoda. Namun, sebelum lidah mencicipi hidangan manis atau makanan berat, tubuh sebenarnya membutuhkan satu hal paling mendasar: cairan. 

Setelah berjam-jam menahan haus, kebutuhan pertama yang paling mendesak adalah mengembalikan keseimbangan air dalam tubuh. Inilah mengapa para ahli kesehatan menganjurkan agar berbuka puasa diawali dengan air putih. 

Langkah sederhana ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan strategi efektif untuk membantu tubuh beradaptasi setelah lebih dari 13 jam tanpa asupan cairan.

Air putih dinilai sebagai pilihan terbaik untuk menghidrasi tubuh secara instan. Setelah seharian berpuasa, tubuh kehilangan cairan melalui aktivitas dan metabolisme. Dengan meminum satu hingga dua gelas air putih saat azan Maghrib, cairan tubuh yang hilang dapat segera tergantikan sehingga membantu mencegah dehidrasi. 

Kebiasaan ini memberi “sinyal aman” bagi tubuh bahwa fase puasa telah berakhir, sehingga organ-organ vital dapat kembali bekerja dengan lebih optimal.

Manfaat Hidrasi Cepat Setelah Seharian Puasa

Air putih membantu memulihkan keseimbangan cairan tubuh yang menurun selama puasa. Tanpa asupan minum sepanjang hari, tubuh kehilangan cairan melalui keringat, pernapasan, serta proses metabolisme alami. 

Ketika cairan berkurang, tubuh bisa merespons dengan rasa lelah, pusing, hingga menurunnya konsentrasi. Memulai berbuka dengan air putih memberikan hidrasi instan yang cepat diserap, sehingga gejala dehidrasi ringan dapat dicegah sejak awal.

Selain itu, air putih berperan penting dalam membantu sistem pencernaan kembali bekerja secara perlahan. Lambung yang kosong seharian membutuhkan penyesuaian sebelum menerima makanan berat. 

Minum air putih, terutama dalam kondisi hangat, dapat membantu mencegah rasa kembung, mual, maupun gangguan pencernaan lainnya. Cairan membantu melunakkan dinding lambung dan menyiapkan saluran cerna agar lebih siap menerima asupan berikutnya.

Tak hanya itu, air mineral yang mengandung mineral esensial juga mendukung proses metabolisme tubuh. Asupan cairan yang cukup membantu peredaran oksigen melalui sel darah merah sehingga tubuh terasa lebih segar dan energi kembali pulih. 

Dengan tubuh yang terhidrasi baik, rasa lesu setelah seharian berpuasa dapat berkurang, sehingga aktivitas ibadah di malam hari dapat dijalani dengan lebih nyaman.

Peran Air Putih untuk Pencernaan dan Metabolisme

Memulai berbuka dengan air putih juga membantu menenangkan lambung dan mengurangi risiko “kaget” akibat langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. 

Saat perut kosong, masuknya makanan berat secara tiba-tiba dapat memicu rasa tidak nyaman, begah, atau bahkan nyeri. Air putih membantu “membuka” jalur pencernaan secara bertahap, sehingga proses cerna berjalan lebih mulus.

Dari sisi metabolisme, cairan memiliki peran penting dalam mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Air membantu melarutkan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi setelah berbuka, lalu mendistribusikannya ke sel-sel tubuh. 

Proses ini mendukung pemulihan energi setelah seharian berpuasa. Dengan hidrasi yang baik, tubuh lebih siap menyerap karbohidrat, protein, dan lemak secara optimal.

Kebiasaan minum air putih saat berbuka juga membantu menjaga ritme makan agar tidak berlebihan. Ketika tubuh sudah terhidrasi, sinyal lapar ekstrem dapat lebih terkendali. Hal ini membantu mencegah kebiasaan makan berlebihan yang kerap terjadi saat berbuka, yang pada akhirnya berdampak pada gangguan pencernaan dan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Pentingnya Memilih Air Minum Berkualitas

Di tengah pentingnya menjaga hidrasi tubuh, kualitas air minum juga menjadi faktor yang tak kalah penting. Air bersih dan aman dikonsumsi menjadi fondasi kesehatan keluarga, terutama selama menjalankan ibadah puasa. Memilih air minum yang layak konsumsi membantu mencegah risiko gangguan kesehatan akibat kontaminasi.

Di Kabupaten Subang, masyarakat kini memiliki pilihan air minum dalam kemasan produksi daerah, yakni TRS Water, produk air minum dari BUMD Subang, Perumda Tirta Rangga Subang. 

Air minum ini dihadirkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan daerah dalam menyediakan air bersih dan layak konsumsi bagi masyarakat. Kehadiran produk lokal ini memperluas akses masyarakat terhadap air minum berkualitas, terutama di momen Ramadan ketika kebutuhan cairan meningkat.

Dengan memilih air minum yang bersih dan berkualitas, kebutuhan cairan tubuh dapat terpenuhi secara optimal. Kualitas air yang terjaga membantu memastikan proses hidrasi berjalan efektif, tanpa risiko tambahan dari air yang tidak higienis. Ramadan pun dapat dijalani dengan tubuh yang lebih bugar dan ibadah yang lebih maksimal.

Kebiasaan Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh

Berbuka dengan air putih bukan sekadar kebiasaan, melainkan langkah awal menjaga kesehatan keluarga. Rutinitas ini dapat menjadi fondasi kebiasaan sehat sepanjang Ramadan. Ketika tubuh terhidrasi dengan baik sejak awal berbuka, berbagai fungsi organ dapat berjalan lebih optimal, mulai dari sirkulasi darah hingga kinerja sistem pencernaan.

Kebiasaan sederhana ini juga membantu menjaga daya tahan tubuh. Asupan cairan yang cukup mendukung fungsi sistem imun, sehingga tubuh lebih siap menghadapi perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadan. Dengan tubuh yang lebih bugar, ibadah malam seperti tarawih dan tadarus dapat dijalani tanpa mudah lelah.

Pada akhirnya, berbuka dengan air putih mengajarkan disiplin kecil yang berdampak besar. Di tengah beragam pilihan minuman manis, kembali ke air putih adalah keputusan sederhana namun cerdas. Dan semuanya dimulai dari memilih air yang tepat—bersih, aman, dan berkualitas—agar Ramadan dijalani dengan tubuh sehat dan ibadah lebih khusyuk.

Terkini