Waspada Kanker Usus di Usia Muda, Cermati Gejala dan Pencegahan Tepat

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:25:08 WIB
Waspada Kanker Usus di Usia Muda, Cermati Gejala dan Pencegahan Tepat

JAKARTA - Jenna Scott menjadi contoh nyata bahwa kanker usus besar kini menyerang usia muda. 

Saat hamil anak pertamanya, ia mengalami nyeri perut hebat yang dianggap normal oleh dokter. Namun rasa sakit itu tetap bertahan bahkan setelah persalinan.

Lebih dari setahun kemudian, ia menerima kabar mengejutkan: didiagnosis kanker usus besar stadium 4 pada usia 31 tahun. Penyakit telah menyebar dari usus besar ke hati. Ia merasa dunia seketika berubah karena kata "kanker" sebelumnya tak ada dalam kamus hidupnya.

Scott mengungkapkan pengalamannya saat kolonoskopi: “Kami melakukan kolonoskopi dan ketika saya bangun, ada suami saya, dokter saya dan empat perawat di ruangan. Dokter spesialis pencernaan mengatakan dia tidak perlu mengirim apa pun ke patologi untuk tahu saya mengidap kanker.” 

Ia selalu bugar dan sehat, bahkan tidak mengonsumsi daging merah, sehingga diagnosis itu sangat mengejutkan.

Tren Mengkhawatirkan Kanker Kolorektal

Kisah Scott muncul di tengah tren yang makin mengkhawatirkan. Kanker kolorektal kini menjadi penyebab kematian kanker tertinggi pada orang di bawah 50 tahun di beberapa negara. Angka kematian akibat kanker usus besar dan rektum meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menandai perubahan pola epidemiologi.

Ahli kesehatan menyoroti bahwa peningkatan ini terjadi saat mortalitas kanker lain pada orang dewasa muda justru menurun. Faktor penyebab kenaikan masih belum sepenuhnya jelas. Hal ini menunjukkan bahwa kanker kolorektal tidak lagi bisa dianggap sebagai penyakit usia tua.

Perubahan peringkat ini menempatkan kanker kolorektal di atas kanker payudara, kanker otak, kanker paru, dan leukemia sebagai penyebab kematian utama pada orang muda. Kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini menjadi semakin penting. Skrining dini menjadi kunci untuk deteksi dan penanganan lebih cepat.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Nyeri perut berkepanjangan menjadi tanda awal yang sering diabaikan. Perubahan pola buang air besar, perdarahan, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas juga merupakan gejala penting. Bahkan orang berusia 30-an perlu waspada jika gejala ini muncul.

Scott menekankan pentingnya mendengarkan tubuh sendiri. Ia merasa gejala yang awalnya dianggap normal ternyata merupakan tanda kanker serius. Kesadaran terhadap gejala bisa menentukan cepat atau lambatnya diagnosis dan perawatan.

Selain gejala fisik, faktor gaya hidup turut berperan. Pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol bisa memengaruhi risiko. Pencegahan melalui gaya hidup sehat tetap menjadi strategi penting bagi semua usia.

Angka Kasus Baru dan Skrining Dini

Hampir 60 kasus baru kanker kolorektal didiagnosis setiap hari pada orang di bawah 50 tahun. Artinya, rata-rata satu orang mendapat diagnosis setiap 25 menit. Angka ini menegaskan bahwa penyakit tidak bisa lagi dianggap eksklusif untuk usia tua.

Skrining bagi kelompok risiko rata-rata direkomendasikan mulai usia 45 tahun. Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko tertentu, pemeriksaan lebih dini disarankan. Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan dan penanganan efektif.

Ahli kesehatan menekankan pentingnya diagnosis cepat bagi mereka yang sudah mengalami gejala. Celah terbesar tidak hanya pada skrining, tetapi juga pada respons medis yang cepat. Penanganan tepat waktu bisa mengubah prognosis secara signifikan.

Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Kanker usus besar pada usia muda menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Gaya hidup sehat, diet seimbang, dan pemeriksaan rutin dapat mengurangi risiko. Kesadaran individu terhadap gejala menjadi langkah awal yang sangat penting.

Scott menekankan, pengalaman pribadinya adalah pengingat bahwa penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja. Nyeri perut, perubahan buang air besar, atau perdarahan sebaiknya tidak diabaikan. Konsultasi medis segera bisa menyelamatkan hidup dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Peningkatan tren kanker kolorektal menunjukkan bahwa pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan usia. Masyarakat muda perlu mengubah persepsi bahwa kanker adalah penyakit tua. Skrining, deteksi dini, dan edukasi kesehatan menjadi kunci utama mengatasi tren mengkhawatirkan ini.

Kisah Scott sekaligus menjadi motivasi agar orang muda lebih sadar terhadap tubuhnya. Mengikuti anjuran skrining dan memperhatikan gejala bisa membantu deteksi dini. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko komplikasi dan kematian akibat kanker kolorektal dapat ditekan secara signifikan.

Terkini